Sabtu, 21 Juli 2012

Karya Ilmiah : Emulsi Minyak Dalam Air

Judul  : Emulsi Minyak Dalam Air
Oleh : Ramadani Syahputra

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Pada abad ke-21 ini kita mengetahui betapa pesatnya pengembangan teknologi. Banyak teknologi pada saat sekarang ini digunakan sebagai pengganti rutinitas atau pekerjaan yang biasa dilakukan oleh manusia. Dengan demikian pesatnya pengembangan teknologi membantu siswa dalam banyak hal, terutama dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
Dalam dunia pendidikan ada dikenal dengan ilmu IPA, dimana dalam pelajaran IPA dibutuhkan ketelitian dan keaktifan para siswa untuk membuktikan peristiwa-peristiwa yang sering kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari minyak dan air, yang mana kita ketahui bahwa minyak dan air tidak pernah menyatu. Ini yang menyebabkan adalah perbedaan massa jenisnya, seperti yang dikatakan dalam UPTD SMAN 1 Kuningan menyatakan bahwa “Air tidak akan bercampur dengan minyak karena adanya perbedaan massa jenis.”
Mencermati uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk mengadakan percobaan mengenai “Emulsi minyak dalam air”. Dengan melaksanakan percobaan ini agar mengetahui bagaimana minyak dan air tidak dapat menyatu dan bagaimanakah air dan minyak dapat menyatu,
1.2. Rumusan Masalah
Dari judul yang diangkat penulis terdapat beberapa masalah, dengan demikian perlunya rumusan masalah.
Dengan begitu rumusan masalah adalah :
1. Apakah yang dimaksud dengan emulsi?
2. Bagaimanakah mempersatukan minyak dan air?
1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah
1. untuk mengetahui pengertian dari emulsi.
2. untuk mengetahui cara mempersatukan minyak dan air.
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat dari melakukan penelitian ini adalah
1. memberikan informasi tentang emulsi minyak dalam air
2. memotivasi agar siswa berminat melakukan penelitian-penelitian dalam kehidupan sehari-hari.
1.5. Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini adalah minyak dan air dapat disatukan dengan deterjen.











BAB II
LANDASAN TEORITIS
2.1. Pengertian Koloid
Ada dua pengertian koloid :
1. Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya antara larutan dan suspensi (http://www.psb-psma.org/forum/bahan-ajar/kimia/koloid). Larutan memiliki sifat homogen dan stabil. Suspensi memiliki sifat heterogen dan labil. Sedangkan koloid memiliki sifat heterogen dan stabil. Koloid merupakan sistem heterogen, dimana suatu zat "didispersikan" ke dalam suatu media yang homogen. Ukuran zat yang didispersikan berkisar dari satu nanometer (nm) hingga satu mikrometer (µm)

2. Koloid adalah zat yang berpencar di zat pelarut sebagai butir yang lebih besar dari pada molekul tetapi tidak dapat di lihat dengan mata harus dengan mikroskop (Tim Redaksi KBBI edisi ketiga, 2003 :108)
Sifat-Sifat Koloid
1. Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid.
2. Gerak Brown
Gerak Brown adalah gerak acak, gerak tidak beraturan dari partikel koloid.
3. Adsorbsi
Beberapa partikel koloid mempunyai sifat adsorbsi (penyerapan) terhadap partikel atau ion atau senyawa yang lain.
Penyerapan pada permukaan ini disebut adsorbsi (harus dibedakan dari absorbsi yang artinya penyerapan sampai ke bawah permukaan).
Contoh :
(i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+.
(ii) Koloid As2S3 bermuatan negatit karena permukaannya menyerap ion S2.
4. Koagulasi
Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid.
Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.
2.1.2 JENIS KOLOID
• Aerosol : suatu sistem koloid, jika partikel padat atau cair terdispersi dalam gas. Contoh : debu, kabut, dan awan.
• Sol : suatu sistem koloid, jika partikel padat terdispersi dalam zat cair.
• Emulsi : suatu sistem koloid, jika partikel cair terdispersi dalam zat cair.
• Emulgator : zat yang dapat menstabilkan emulsi dan (Sabun adalah emulgator campuran air dan minyak dan Kasein adalah emulgator lemak dalam air?.
• Gel : koloid liofil yang setengah kaku.
• Gel terjadi jika medium pendispersi di absorbs oleh partikel koloid sehingga terjadi koloid yang agak padat. Larutan sabun dalam air yang pekat dan panas dapat berupa cairan tapi jika dingin membentuk gel yang relatif kaku. Jika dipanaskan akan mencair lagi.
2.2 Pengertian Emulsi
Adapun beberapa Pengertian Emulsi yaitu sebagai berikut :
Emulsi adalah suatu disperse di mana fase terdispers terdiri dari bulatan-bulatan kecil zat cair yang terdistribusi ke seluruh pembawa yang tidak bercampur (1).
Emulsi adalah suatu system heterogen, yang terdiri dari tidak kurang dari sebuah fase cair yang tidak bercampur, yang terdispersi dalam fase cair lainnya, dalam bentuk tetesan-tetesan, dengan diameter secara umum, lebih dari 0,1 μm (2).
Secara umum, emulsi merupakan system yang terdiri dari dua fase cair yang tidak bercampur, yaitu fase dalam (internal) dan fase luar (eksternal) (http://rgmaisyah.wordpress.com/2008/12/03/emulsi/).
Komponen emulsi :
• Fase dalam (internal)
• Fase luar (eksternal)
• Emulsifiying Agent (emulgator)

Tipe-Tipe Emulsi (3)
1. Tipe minyak/air (m/a atau o/w), dimana fase minyak terdispersi dalam fase air (minyak=internal, air=eksternal)
2. Tipe air/minyak (a/m atau w/o), dimana fase air terdispersi dalam fase minyak (air=internal, minyak=eksternal)
3. Tipe emulsi ganda (w/o/w dan o/w/o), lebih dikenal dengan emulsi dalam emulsi, yaitu suatu emulsi tipe tertentu yang didispersikan lagi dalam suatu fase pendispersi. Tipe ini pada umumnya dapat ditemui dalam formulasi kosmetika.
4. Mikroemulsi
2.3 Pengertian Minyak
Minyak adalah istilah umum untuk semua cairan organik yang tidak larut atau bercampur dalam air ( Hidrofobik) tetapi larut dalam pelarut organi (http: //id.wikipedia.org/wiki/minyak/). Ada sifat tambahan lain yang dikenal awam : terasa licin apabila dipegang. Dalam arti sempit, kata minyak biasanya mengacu keminyak bumi (petroleum) atau produk olahannya : minyak tanah (kerosena).
2.4. Pengertian Deterjen
Deterjen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Dibanding dengan sabun, deterjen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air. Detergen merupakan garam Natrium dari asam sulfonat (http//www.chem-is-try.org/materi kimia/kimia-smk/kelas xi/defenisi detergen)





























BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium IPA SMA Negeri 3 Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir.
Waktu penelitian berlangsung selama satu hari pada tanggal 25 Januari 2011.
3.2 Populasi dan Sampel
3.2.1 Populasi
Populasi penelitian ini adalah seluruh bahan-bahan emulsi
3.2.2 Sampel
Sampel penelitian ini adalah air, minyak goreng dan deterjen.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Metode atau teknik pengumpulan data dari penelitian ini penulis menggunakan metode eksperimental. Menurut Dessy Anwar dalam Dedy Alfian (2009) “Metode eksperimental adalah penelitian yang langsung melibatkan benda atau objek yang akan diteliti.”
3.4 Prosedur Kerja
1. Masukkan kira-kira 5 ml akuades dan 1 ml minyak goreng ke dalam tabung reaksi I, kemudian guncangkan.
2. Letakkan tabung I itu pada rak dan amati.
3. Masukkan kira-kira 5 ml akuades, 1 ml minyak goreng dan 1 ml deterjen / sabun ke dalam tabung reaksi II, kemudian guncangkan.
4. Letakkan tabung II itu pada rak dan amati.
BAB IV
HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian penulis adalah sebagai berikut : Air dan minyak merupakan campuran yang tidak stabil. Campuran air dan minyak bisa distabilkan dengan menggunakan emulator tertentu, contohnya deterjen / sabun. Aplikasi praktikum ini sama dengan proses pembersihan kotoran pada pakaian. Gugus polar pada deterjen / sabun memilki sifat hidrofil sehingga akan tertarik ke air sedangkan gugus nonpolarnya menarik dan mendispersikan minyak ke dalam air. Berikut adalah tabel hasil pengamatan

No. Prosedur Kerja Hasil Pengamatan
1.






2. Masukkan sekitar 5 ml aquades dan 1 ml minyak goreng kedalam tabung reaksi, kemudian gunjangkan. Letakkan tabung pada rak dan amati


Masukkan sekitar 5 ml aquades, 1 ml inyak goreng dan 1 ml deterjen, masukkan kedalam tabung reaksi kemudian guncangkan. Letakkan pada rak dan amati


Ternyata minyak berada diatas air






Minyak dan air tercampur/ bergabung karena ada deterjen






BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan penulis dapat menarik kesimpulan yaitu air dan minyak tidak akan pernah bercampur karena adanya perbedaan massa jenis. Massa jenis minyak lebih kecil dari pada air, sehingga minyak selalu berada di atas air. Deterjen/sabun dapat mempersatukan minyak dan air, karena gugus polar pada deterjen memiliki sifat hidrofil sedangkan gugus nonpolarnya akan menarik minyak dan mendispersikan ke dalam air, sehingga membentuk sistem koloid.
B. Saran
Adapun saran yang akan disampaikan penulis adalah sebagai berikut.
1. Diminta siswa/siswi berperan aktif dalam melakukan penelitian ini secara mendalam dan lebih lanjut lagi khususnya siswa/siswi program IPA.
2. Para siswa/siswi diharapkan mampu menerapkan kedisiplinan dalam melakukan praktikum.
3. Diharapkan kepada guru pendidik khususnya program IPA untuk memotivasi para siswa/siswi dalam melakukan penelitian, bahwa betapa senangnya melakukan penelitian itu.






DAFTAR PUSTAKA

http: //id.wikipedia.org/wiki/minyak/.
http://www.chem-is-try.org/materi kimia/kimia-smk/kelas xi/defenisi detergen
http://rgmaisyah.wordpress.com/2008/12/03/emulsi/

http://www.psb-psma.org/forum/bahan-ajar/kimia/koloid
Tim Redaksi KBBI edisi ketiga.2003.Kamus Besar Bahasa
Indonesia.Jakarta.Balai Pustaka


Reactions: