Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Friday, 12 June 2015

Puisi : Istriku, Maafkan Aku



Istriku, Maafkan Aku

Sebenarnya aku bersyukur
Kehadiranmu, nyawa baru hidupku
Senyum tawa tidur indahnya
Peluk cium harum damainya

Sang pelengkapku
Kaulah mata dalam samarku
Telinga dalam tangguh dengarku
Ingat dalam alpaku
Yakin dalam keraguanku
Dan pelipur dalam laraku

Ya Rabbana...
Kebahagiaan ini aku pecahkan
Keping-kepingan ia susun kembali
Walau itu menggores hatinya
Ia letakkan percaya di tanganku
Atas salahku terjatuh lagi

Aku malu ya Allah
Belum lagi kering goresan lama
Telah perih lagi yang ia rasa
Dan jauh...
Tak dapat kuperban dengan maaf

Cinta kasih sayangmu
Tegar kuat sabarmu
Istriku...
Maafkan aku

Tarik aku atas dosaku
Hapus aku bila deritanya
Lukislah indah di hidupnya
Allahurabbi

Saturday, 8 December 2012

Sudut Harapan di Sudut Ruang

Sudut Harapan di Sudut Ruang
Oleh : Zufriandi

Berputar-putar, adakah asa?
Tiada yang beranjak
Buntu!

Hanya awang, jaring-jaring sarang
Menikmati hidup di sudut ruang
Sedikit terus lebih luas
Sebelum akhir

Apa baik adalah kewajiban?
Karena aku ingin langsung saja
Di rerimbunan

Yang baik biarlah berputar
Mencari harap dalam terik
Gelorah!
Sebagai apa yang kau tunjukkan
Adalah kebanggaan

Tapi sebelumnya adalah tangis
Dan tetes peluh serta deru
Hingga tersudutkan, hingga tersudutkan
Dan berhenti …
Lalu kembali lagi …

Tuhan …
Semua terwujudkan lebih dari mimpi
Bukan “Mendapatkan”
Huh … tapi “Memahami”

Sejenak Melukis Tangis




Sejenak Melukis Tangis
Karya : Zufriandi

Garis-garis hitam, sayatan...
Duri pelukku erat
Ada sejuta senyum
Kulampaui juga
Gemetar kakiku dan siku-siku ini
Memopoh semangat terputus sudah
Tak lagi melangkah
Kulihat semu lalui butiran air
Berkaca-kaca
Tak seterang biasanya
Aku ingin tidur
Tidur
Tidur
Tiada arah lagi
Hanya kasur garam
Harapan
Pelangi setelah hujan

Saturday, 21 July 2012

Jalanan Hati II


Jalanan Hati II
Oleh : Zufriandi

Kali ini aku kembali
Dengan lagi bercerita
Bukan sebuah karangan saja
Inilah gambaran
Yang mendiskripsikan perjalanan sebuah diskusi
Antara aku dan aku
Kami masih saling berfikir untuk bagaimana
Berdialog untuk mencari jalan
Ini sebuah akhir dari penantian yang takkan berakhir
Saat semua peristiwa memaksa
Tapi aku masih bercerita
Tentang aku dan aku saling meyakinkan
Tak terucap…
Semua peristiwa memaksa
Seakan benar bahwa ia sudah dekat
Dia “Kau yang tak mengerti perasaanku”
Benarkah aku yang salah
Apa perkataan itu?
Inilah diskusi itu
Lebih banyak bercerita
Ini memang sebuah peristiwa
Mereka pun menakutkan
“cukup pejam mata untuk dapat dia”
Aku yang telah lama
Dan mereka hanya menganggap ia mudah dan murah
Ini memaksa, aku tak terima
Hingga saat ini aku kalah dan salah
Yang sebenarnya bukan aku
Tapi akankah ia tau?
Inilah diskusi itu
Di sini aku deskripsikan semua peristiwa ini
Tak harus kau mengerti
Dan aku tak berkata padamu
Hanya padaku dan padaNya
 
Copyright Zufriandy Ins 2015. Powered by Blogger.Designed by Zufriandi .
Converted To Blogger Template by Zufriandi .